Mengkonsumsi Air Hujan Sebagai Air Minum, Amankah Bagi Tubuh?

January 3, 2019

Nationalgeographic.co.id – Mungkin selama ini Anda bertanya-tanya, apakah minum air hujan aman bagi tubuh? Peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia, melakukan penelitian untuk mencari jawabannya.Studi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran tentang kerusakan lingkungan akibat limbah air kemasan seperti botol atau galon.

Peneliti mengamati 300 rumah yang menggunakan air hujan sebagai sumber air utama yang dikumpulkan dalam sebuah tangki. Kemudian, setiap keluarga akan mencatat kondisi kesehatan mereka selama lebih dari setahun. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat gastroenteritis atau flu perut–yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu–di keluarga tersebut sangat mirip dengan masyarakat yang minum dari air keran yang terawat.  Artinya, mengonsumsi air hujan secara langsung cukup aman dari risiko penyakit.

Kepala unit penyakit menular di Departemen Epidemiologi Monash University, Karin Leder, mengatakan, orang yang minum air hujan secara langsung tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit jika dibandingkan dengan mereka yang meminum air hujan yang telah disaring.  Dilansir dari Hello Sehat, air hujan memiliki sifat asam dengan pH rata-rata sekitar 5,6. Dan itu tidak berbahaya.

Meski begitu, air hujan tidak sepenuhnya bersih karena terdapat debu atau bakteri lainnya yang menempel pada air hujan.  Berikut tiga hal yang membuat air hujan tidak baik untuk diminum:

Minum air hujan yang jatuh di daerah pabrik atau kawasan industri

Advertisements

Field Survey – Lakes in West Sumatera

November 8, 2018

This survey was conducted from Oct 30 – Nov 9, 2018.  The 4 locations : Lake Maninjau, Lake Singkarak, Lake Diatas and Lake Dibawah

Moreover, upstream Kurambik River in Lake Maninjau was investigated for loading nutrients during flood events (Rainfall events)

More detail about these activities, could be checked this site

-LS-


Survey Rote Island on August 26 – September 1, 2018

September 13, 2018

On August 26 – September 1, 2018, we conducted survey at Rote island. This activities as part of the project with topic: Research study on Integration System Development Through a Multidisciplinary Approach for Mapping Natural Resources and the Environment; case study: technology and content at Inland water resources for geospatial and remote sensing data.

It is located in the west coast of Kupang. This exotic island can be reached only in half an hours from Kupang by airplane. The unique combination of geologic activities, rock formation and many other variables resulted in condition as a saltwater lake.  Our team member consist of LAPAN (leader of this project), LIPI, KLHK, PUPERA and UGM.

The detail information could be checked in here

 

 


Reporting of ICEBATS 2018 activities

August 22, 2018

August 14, 2018
SealNet discussions and workshop planning for SealNet at World Lake Conference (WLC) 2018 in Japan
It was discussed to build a database and knowledge base network for the ASEAN region (LAKES3).

ILEC and LIPI, Research Center for Limnology took the initiative to build this database network. SealNet as an organization that was born at the 2016 WLC in Bali, which includes members in the ASEAN region, will be the initiators, supported by ILEC.

In WLC 2018, the LAKES3 program will be introduced and in 2019 will be confirmed as one of the SealNet programs in the TropLimno international conference in Bogor – Indonesia

Welcome dinner
Gathering and dinner for ICEBATS participants

August 15 – 16, 2018
Opening of ICEBATS 2018.

The opening ceremony of ICEBATS was conducted by the Dean of the Faculty of Biology USM

Keynote speaker, oral and poster session and discussion with ILEC in oder to prepare for side event event at World Lake Conference 2018 in Japan and discussion for TripLImno Conference 2009 in Indonesia (Bogor)

August 17-18 2018
This survey was conducted at Bukit Merah Lake, around 60 Km from Penang, which is located on Main Island (mainland Malaysia).  In addition, the discussions with the Bukit Merah Authority, Water sampling and water quality measurement by CTD were also carried out.  This activity was sponsored and supported by Biology – USM.

-LS-


Kegiatan LIPI-JSPS, Tsukuba 2018

May 19, 2018

Dalam rangka kegiatan JSPS LIPI, kerja sama antara Pusat Penelitian Limnologi LIPI dan University of Tsukuba, tanggal 25 – 29 Maret 2018 telah dilakukan kunjungan oleh Tim Indonesia.  Tim Indonesia yang berkunjung terdiri dari : Tim Puslit Limnologi LIPI, Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat dan Tim UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI.  Agenda utama dalam kegiatan ini

26 Maret 2018

Workshop JSPS LIPI yang berisi pemaparan dan diskusi mengenai hasil-hasil yang sudah dicapai di kegiatan JSPS LIPI berlangsung selama 3 tahun (2015 – 2018).  Adapun para pembicara dalam pemaparan ini adalah :

Japanese side

Bunkei Matsushita (Prof. University of Tsukuba)

Summary of JSPS-LIPI Joint Project: Japanese Side

Takehiko Fukushima (Director of IKESC)

Introduction of Ibaraki Kasumigaura Environmental Science Center (IKESC) and World Lake Conference 2018

Chikako Nishiyama (University of Tsukuba)

High-temporal and high-spatial resolution monitoring of Lake Sentarum

Fajar Setiawan (University of Tsukuba)

A Universal Model for Estimating Secchi Depth from Landsat TM and ETM+ in Indonesian Lakes

Indonesian side

Fauzan Ali (Kepala Pusat Penelitian Limnologi – LIPI)

RCL program for 2015 – 2019 and planning on 2020 – 2024, Chance and challenge

Trinda Farhan (Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat)

Save Maninjau

Prof. Gadis Sri Haryani (Peneliti Senior Pusat Penelitian Limnologi – LIPI)

General Lecture on Limnology in Indonesia and summary from JSPS LIPI Activities

Dr. Jojok Sudarso (Kepala UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI)

Technical Office in Lake Maninjau, ” challenges and expectations”

Dr. Iwan Ridwansyah (Peneliti Pusat Penelitian Limnologi – LIPI)

Impact land use changes to hydrology response

 

27 Maret 2018

Survey lapangan ke Danau Kasumigaura dengan menggunakan perahu motor, keliling meninjau kondisi Danau Kasumigaura.  Siangnya, kunjungan ke Kasumigaura Environmental Science Center.  Melihat dari dekat fasilitas laboratorium analisa kualitas air, perpustakaan dan ruang pameran dan edukasi untuk masyarakat sekitar danau.

Khusus untuk ruang pameran, tersedia fasilitas untuk masyarakat umum mengenal lebih dekat tentang Danaunya, permasalahan dan usaha pengelolaannya.  Sehingga partisipasi aktif dari masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga kelestarian danau.

 

28 Maret 2018

Diskusi di University of Tsukuba (Advanced Research Laboratory A-501)

Ada 2 bahasan:

  1. Pemasangan dan penambahan sensor DO di Danau Maninjau.  Diharapkan monitoring ini akan terus berlanjut dan bisa membantu dalam kajian kualitas air danau Maninjau.
  2. Konsep sister lake.  Ke depan diharapkan adanya kerja sama antara pemda di Indonesia yang memiliki danau dengan Pemda Ibaraki (sebagai otoritas dari Kasumigaura Environmental Science Center). Untuk Saat ini, Pemda Ibaraki sedang menyiapkan ajang World Lake Conference (WLC) ke-17 yang akan diadakan bulan Oktober 2018.


KOLABORASI ANTAR PUSAT PENELITIAN LIMNOLOGI – LIPI, UNIVERSITI SAINS MALAYSIA (USM) DAN SEALNET DALAM KONFERENSI INTERNASONAL TENTANG EKOLOGI DAN BIODIVERSITAS PADA BULAN AGUSTUS 2018

April 13, 2018

Sebagai salah satu hasil dari pertemuan World Lake Conference (WLC) di Bali bulan November 2016, telah disepakati membangun jaringan kerja sama antar peneliti di kawasan ASEAN, khususnya bidang limnologi melalui SealNet (Southeast Asian Limnological Network).  Tujuannya untuk mendorong kajian bersama, khususnya perairan darat tropis yang kaya keanekaragaman dan keunikannya, berbeda dengan wilayah sub-tropis.  Puslit Limnologi sebagai salah satu panitia WLC 2016, diminta menjadi sekretariat SealNet dalam menjalankan kegiatan organisasi tersebut

Salah satu kegiatan yang akan diselenggarakan adalah Konferensi Internasional tentang ekologi dan biodiversitas di Penag, Malaysia.  Pihak USM sebagai panitia dan Puslit Limnologi LIPI sebagai co-organizer dengan dibantu anggota SealNet lainnya.  Selain konferensi dan pelatihan, juga akan ada pertemuan SealNet pertama untuk membahas program-program ke depan yang berpotensi bisa dilaksanakan.  Harapannya, dengan pertemuan ini, dapat dilakukan komunikasi dan berbagi pengalaman antar negara-negara ASEAN dalam pengelolaan perairan darat.

Selain itu, makalah terpilih dan disajikan dalam konferensi akan diterbitkan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Sciences, yang diindeks Scopus, serta EI Compendex dan Inspec.

Untuk keterangan lebih lengkapnya tentang kegiatan ini, bisa dilihat dalam https://usmicebats2018.wixsite.com/icebats2018 atau brosur di bawah ini.

 

COLLABORATION AMONG RESEARCH CENTRE FOR LIMNOLOGY – LIPI, UNIVERSITI SAINS MALAYSIA (USM) AND SEALNET IN THE FRAMEWORK OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON ECOLOGY AND BIODIVERSITY IN AUGUST 2018

As one of the outcomes of the World Lake Conference (WLC) – Bali in November 2016, it was agreed to build a network of collaborators among researchers in the ASEAN region, particularly in the limnology field through SealNet (Southeast Asian Limnological Network).  The goal is to encourage joint study, particularly the tropical inland waters which rich in biodiversity and uniqueness, different character to the sub-tropical regions.  Research Centre for Limnology – LIPI as one of the WLC Bali 2016 committees, was asked to be the secretariat of SealNet in organizing the Sealnet’s activities.

One of the activities to be held this year is the International Conference on ecology and biodiversity in Penang, Malaysia.  USM as a committee and Research Centre for Limnology – LIPI as a co-organizer with the support of other members of SealNet.  In addition, besides the programs in this conference (seminar, discussion and and training), there will also be the first SealNet meetings to leverage future programs that could potentially be implemented.  The objective of this meeting, communication and sharing experiences among ASEAN countries in the management of inland waters could be conducted.

In addition, Selected papers and presented in coference will be published in IOP Conference Series: Earth and Environmental Sciences, a publication that is indexed in Scopus, as well as EI Compendex and Inspec.

For more details about this event, please look in https://usmicebats2018.wixsite.com/icebats2018 or the brochure below.

-LS-


2nd TDP post-drilling workshop

February 17, 2018

January 22-24, 2018 Makassar, Indonesia

Source Picture: Team TDP 2018

The Workshop goals are to:

– Update the team on analytical progress, emerging interpretations, and challenges

– Summarize results and key findings

– Synthesize datasets and identify synergies between the different working groups

– Develop a concrete publication strategy and timeline

 

Workshop Venue

The workshop will be held at Aston Hotel, a 4-star business hotel near the port of Makassar. You have all been booked into prepaid rooms for the duration of your stay; however, you will need to settle any room charges upon checkout. Hotel Aston is located near Losari Beach, a great area for walking and for local restaurants.