Kegiatan “Visiting Research” untuk Kerja Sama Penelitian dengan Pihak Jepang

June 2, 2017

Pada tanggal 30 Januari – 28 Februari 2017, penulis bersama Dr. Iwan Ridwansyah mengikuti program JSPS – LIPI selama sebulan di University of Tsukuba, Japan.  Kegiatan JSPS – LIPI merupakan tahun anggaran kedua dari tiga tahun rencana proyek kerja sama dalam bidang monitoring kualitas air danau dengan teknologi remote sensing.

Ada 3 kegiatan yang dilakukan dalam “visiting research” ini selama 1 bulan oleh penulis dan Dr. Iwan Ridwansyah, yakni :

  1. Kegiatan JSPS-LIPI yang dilakukan di University of Tsukuba
  2. Kunjungan ke ILEC dan Lake Biwa sebagai kelanjutan dari kerja sama penyelenggaraan WLC 2016 di Bali.
  3. Kunjungan ke CSEAS – Kyoto University sebagai tindak lanjut dari Mou antara Puslit Limnologi dan CSEAS, Kyoto University.

 

Pictures

Bersama tim peneliti dari University of Tsukuba dalam kegiatan JSPS – LIPI

Kunjungan ke ILEC dan Danau Biwa

Diskusi potensi kerja sama antara Puslit Limnologi LIPI – CSEAS Kyoto University


Southeast Asian Limnological Network

May 28, 2017

From the “World Lake Conference” (WLC), November 2016 in Bali, one of the results of this event was SEAL-Net as an initiative from Southeast Asian countries who concern to their inland waters.

The establishment of Southeast Asian Limnological Network was based on the fact that there is a a need to promote tropical limnology research and studies to such an extent. Recognition of tropical limnology studies should be as much important as that of subtropical and temperate ones. `

Please check this link SEAL-Net


Events

March 27, 2017

Two Events could be attended :

link : GCGE 2017

and:

International Conference on Energy, Environment and Information System

link : ICENIS


Banjir Bandang Kembali Melanda Kota Bima

March 26, 2017

BIMA, KOMPAS.com  – Banjir bandang kembali melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (26/3/2017)

Kepala BPBD Kota Bima, H Syarafuddin mengatakan, hujan deras yang turun sejak Minggu siang hingga malam ini menyebabkan sejumlah sungai di Kota Bima meluap ke permukiman warga di beberapa kecamatan.   “Banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 17.00 Wita,” kata Syarafuddin kepada wartawan, Minggu malam.

Adapun sejumlah kecamatan yang diterjang banjir di antaranya Rasanae Barat, Mpunda, Raba dan Asakota. “Ketinggian air rata-rata mencapai 50 sampai 75 sentimeter,” kata Syarafuddin.  Ia juga mengatakan, banyak warga dari empat wilayah itu yang telah keluar menyelamatkan diri dari terjangan banjir.

Selain mengungsi di masjid, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabatnya atau bertahan ke lantai dua rumahnya masing-masing.  Syarafuddin mengatakan, di samping membangun tenda, pihaknya telah menyediakan logistik untuk keperluan korban banjir yang ada ditempat pengungsian.  “Untuk sementara kami baru menyediakan makanan siap saji untuk korban banjir,” ujar dia.

Ia mengatakan, potensi hujan lebat di Kecamatan Wowo, wilayah timur Kabupaten Bima, menyebabkan air di sejumlah sungai di Kota Bima meluap dengan cepat. “Air sungai naik secara cepat karena hujan lebat terjadi di hulu,” ujar dia lagi.

Derasnya hujan kembali mengguyur wilayah setempat juga merendam sebagian jalan raya. Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi rawan banjir, seperti di Jalan Soekrano Hatta, lumpuh total.   “Air meluber sampai ke jalan raya dengan ketinggian sampai 75 sentimeter. Para pengendara terpaksa dialihkan oleh petugas ke jalan alternatif lainnya,” ujar Syarafuddin.

Penulis: Kontributor Bima, Syarifudin

Editor: Icha Rastika

 


Gambut Tropis

January 2, 2017

Sebuah link yang bagus untuk disimak tentang Hikayat singkat gambut tropis & harta karunnya dengan Klik sini


Myanmar Biodiversity and Wildlife Conservation Workshop

December 25, 2016

The first International Workshop on Myanmar Biodiversity and Wildlife Conservation (2016) held in Department Zoology, University of Yangon on December 12 – 13, 2016.  Main sponsor of this workshop is Norwegian Environmental Agency (NEA), Norwegian Embassy of Yangon

The detail agenda as below: workshop-schedule

img-20161213-wa0023 p_20161212_150524

 


Flash floods displace 100,000 people in Bima

December 24, 2016
Mataram, West Nusa Tenggara | Sat, December 24, 2016 | 03:06 pm

Flash floods displace 100,000 people in Bima Force of nature: People observe a collapsed bridge brought down by a recent flood in Kodo subdistrict, Bima, West Nusa Tenggara, on Wednesday. (Antara/Humas Pemprov NTB)

A series of flash floods that hit Bima municipality and Bima regency, both in West Nusa Tenggara (NTB), earlier this week, have displaced over 100,000 local residents and have paralyzed economic activity in the region, local authorities have said.

NTB Disaster Mitigation Agency (BPPD) head Muhammad Rum said on Saturday the flash floods, which swept through the region on Wednesday and Friday following hours of heavy rainfall, had inundated 33 subdistricts, home to a total of 105,000 people.   “Today [Saturday], the floods have started to recede. Some people have left evacuation shelters to return to their homes,” Rum said.

The NTB provincial administration claimed that, as of Saturday, no deaths had been reported from the floods.  The National Disaster Mitigation Agency (BNPB) also stated that the two affected regions would be given an emergency status for 14 days until Jan. 4, 2017.   The BNPB reported on Thursday that the flash floods were caused by Cyclone Yvette in the Indian Ocean, some 620 kilometers south of Denpasar, Bali.

 

Panca Nugraha (The Jakarta Post)