Gambut Tropis

January 2, 2017

Sebuah link yang bagus untuk disimak tentang Hikayat singkat gambut tropis & harta karunnya dengan Klik sini


Myanmar Biodiversity and Wildlife Conservation Workshop

December 25, 2016

The first International Workshop on Myanmar Biodiversity and Wildlife Conservation (2016) held in Department Zoology, University of Yangon on December 12 – 13, 2016.  Main sponsor of this workshop is Norwegian Environmental Agency (NEA), Norwegian Embassy of Yangon

The detail agenda as below: workshop-schedule

img-20161213-wa0023 p_20161212_150524

 


Flash floods displace 100,000 people in Bima

December 24, 2016
Mataram, West Nusa Tenggara | Sat, December 24, 2016 | 03:06 pm

Flash floods displace 100,000 people in Bima Force of nature: People observe a collapsed bridge brought down by a recent flood in Kodo subdistrict, Bima, West Nusa Tenggara, on Wednesday. (Antara/Humas Pemprov NTB)

A series of flash floods that hit Bima municipality and Bima regency, both in West Nusa Tenggara (NTB), earlier this week, have displaced over 100,000 local residents and have paralyzed economic activity in the region, local authorities have said.

NTB Disaster Mitigation Agency (BPPD) head Muhammad Rum said on Saturday the flash floods, which swept through the region on Wednesday and Friday following hours of heavy rainfall, had inundated 33 subdistricts, home to a total of 105,000 people.   “Today [Saturday], the floods have started to recede. Some people have left evacuation shelters to return to their homes,” Rum said.

The NTB provincial administration claimed that, as of Saturday, no deaths had been reported from the floods.  The National Disaster Mitigation Agency (BNPB) also stated that the two affected regions would be given an emergency status for 14 days until Jan. 4, 2017.   The BNPB reported on Thursday that the flash floods were caused by Cyclone Yvette in the Indian Ocean, some 620 kilometers south of Denpasar, Bali.

 

Panca Nugraha (The Jakarta Post)


Collaboration Between RCL and USM Biology

November 30, 2016

Please see it in this link:

poster

 


MoU Between Research Centre for Limnology – LIPI and Faculty Biology, Universitas Negeri Medan

October 23, 2016

The Mou was signed by both institutions on September 9, 2016 in Medan.  Besides MoU, Director of Research Centre for Limnology – LIPI gave presentation as a keynote speaker in Bio-Expo 2016 and National Seminar & Workshop Biology.

Pictures:

p_20160909_102547 p_20160909_091630 p_20160909_091352 p_20160909_091510


Letter of Intent (LOI)

August 21, 2016

On August 16, 2016 at Research Centre for Limnology – LIPI, Cibinong, the document of Letter of Intent (LOI) between Research Centre for Limnologi LIPI and Diponegoro University (UNDIP) – Faculty Science and Mathematics, has been signed by two sides of each intitution.

The cooperation will be focused on Paleo-Limnology in Indonesian inland water (several lakes in Indonesia).  Prof. Dr. Widowati (Dean of Faculty Science and Mathematics – UNDIP) and Dr. Fauzan Ali (Director of Research Centre for Limnology – LIPI) support this collaboration on the paleolimnology study in order to answer the challenge of Indonesian inland water problems in the future.

foto MoU undip

-LS


Beberapa Sungai di Jakarta Jernih, Kualitas Air Jadi Persoalan Lain

July 3, 2016
Kamis, 19 Mei 2016 | 06:24 WIB

Namun, keadaan sungai dan kali di Ibu Kota, meski harus diakui belum banyak berubah, tapi ada harapan bisa dimanfaatkan kembali. Di beberapa lokasi, nampak anak-anak yang memanfaatkan aliran sungai untuk berenang dan bermain. Di beberapa lokasi, aliran sungai sudah nampak lebih bersih berkat agenda kerja yang digalakkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Contohnya di anak Sungai Ciliwung di LTC Glodok dan Kali Baru di Pancoran.  Sampah dan lumpur yang terus ditangani di dua kali tersebut membuat keadaan kali jadi lebih bersih. Namun, bersihnya kali itu masih menyisakan persoalan lain.
( Baca: Kali di Jakarta Sudah Tidak Keruh, Amankah Jadi Tempat Main Anak-anak? )
Sebab, meski jernih secara kasat mata, air di sungai dan kali di Jakarta dinyatakan belum aman karena pencemarannya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Kusmadi Priharto mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa aliran sungai tersebut terinfeksi banyak kuman yang disebar melalui sampah yang mengalir.  Kusmadi menilai, fenomena sungai bersih yang dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain haruslah tetap diawasi. Bahkan, Kusmadi menyebut Dinkes DKI sama sekali tidak merekomendasikan masyarakat untuk mandi ataupun mengonsumsi air di sungai Ibu Kota.  “Sangat tidak direkomendasikan. Kalau sudah di hulunya mungkin saja di sana masih belum tercemar, tapi kalau di hilir sudah beberapa daerah itu dilewati, sudah terkontaminasi. Walapun tampilannya jernih, bukan berarti bebas kuman dan masalah,” ujar Kusmadi saat dihubungi Kompas.com Rabu (18/5/2016).

Menurut Kusmadi, memang sulit untuk melarang anak-anak bermain di sungai. Namun, menurut dia, jika dibiarkan, lama-kelamaan anak-anak bisa terjangkit penyakit kulit, penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkan penyakit mudah menyerang.   Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta Junaedi mengatakan, instansinya secara bertahap mengukur kualitas air sungai. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) sudah mengukur kualitas air dari delapan aliran sungai di Jakarta. Tersisa 5 aliran sungai lagi yang akan diukur tahun ini. “Hasil kemarin, sekitar 70 persen pencemaran berasal dari limbah rumah tangga,” ujar Junaidi.

Saat pengecekan, BPLHD biasanya akan membawa sampel air ke laboratorium dan menentukan limbah yang terdapat di dalamnya. Limbah yang terkandung dalam air pun biasanya ada dua jenis, yaitu limbah rumah tangga dan limbah industri.
“Jadi, kalau fisik sungainya memang sudah semakin bagus, kualitas airnya kan belum,” ujar Junaidi.