Visiting and discussion at USM – Malaysia for ASEAN Collaboration

January 3, 2016

With Bureau of Cooperation, Legal and Public Relation – LIPI, we had visited Universiti Sains Malaysia (USM), Faculty of Biology on December 20 – 22, 2015.

We hope that this is an initial for strengthen collaboration in ASEAN, especially for freshwater biodiversity and aquatic ecosystem.  Next, we will try to make an effort for our activities on our freshwater projects.

-LS-


Annual Scientific Meeting II – MLI, Dec 10, 2015

December 27, 2015

Telah terselenggara kongres dan pertemuan ilmiah MLI ke-2 pada tanggal 10 Desember 2015.  Menghadirkan pembicara utama : Prof. Masahisa Nakamura by video presentation (ILEC – Japan), Prof. Mashhor Mansor (USM – Malaysia) dan Dr. Sunardi (UNPAD)

Secara umum peran The Indonesian Society of Limnology atau Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI) sampai saat ini belum terlihat secara nyata. Keberadaan organisasi MLI masih sebatas pada kegiatan seminar tahunan untuk memfasilitasi komunikasi antar anggota. Diharapkan ke depan MLI akan dapat lebih berperan di masyarakat umum.

Diharapkan juga para anggota MLI akan dapat berperan aktif pada kegiatan WLC 2016 yang bertemakan “ Lake Ecosystem Health and Its Resilience: diversity and the risks of extinction” di Bali.

Thank you very much for your participation !

=LS-


The Indonesian Society of Limnology – 2015

November 22, 2015

The Indonesian Society of Limnology – Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI), a national organization playing a significant role in conducting limnology research intends to host the Annual Scientific Meeting MLI 2015 on December 10, 2015 with the emerging theme: “Current Challenges in Inland Waters of the Tropical Region: towards the World Lake Conference 2016”. The Annual Scientific Meeting MLI 2015 will be an excellent platform for scientific dialogue that highlights the problems of inland waters in tropical regions. Furthermore, the scientific gathering also aims to inform the current situation of inland waters in Indonesia, which could be presented and further discussed in the World Lake Conference (WLC) 2016 in Bali-Indonesia.

The detail information could be checked below as:

http://limnologi.lipi.go.id/mli/

-LS-


The Study on Depth Profiles of Dark Zone in Temengor Lake

September 19, 2015

Temengor lake is supposedly to a perfect place for growth and biodiversity of fish species.  Providing a clean water source to human, the biodiversity of the flora and fauna found within this area needs to be preserved and conserved to support the important ecosystem of nature.

Dark zone, referred as the “aphotic zone” or “euphotic zones” is the stratum where there is no light penetration into the water bodies.  As the second largest man-made lake in Malaysia after Kenyir Lake, it is crucial to learn about the dark zone of tropical Temengor Lake.  A guideline and blueprint on Temengor Lake would be an informative tool the policy makers in shaping the future of this great lake system.

The workshop on “The Study on Depth Profiles of Dark Zone in Temengor Lake” has been held on August 6, 2015 at Faculty Biology, USM – Penang, Malaysia

The detail of event could be seen on this link: Dark Zone study at Temengor Lake

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 


Indonesia-Korea Siap Kerja Sama untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu

August 1, 2015

Indonesia dan Korea menandatangani kerja sama pengelolaan sumber daya air yang terpadu. Hal ini didasarkan pada kesuksesan negara Korea dalam menggunakan teknologi informasi dalam melaksanakan sumber daya air terpadu di negaranya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Korea Water Resources Corporation (K-Water), salah satu perusahan Badan Umum Milik Negara Korea Selatan bergerak pada pengembangan sumber daya air. Penandatanganan kerjasama Pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dan Control System tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, dengan Director General of Overseas Business Development of K-Water, Kim Soo Myung, dan disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono, dan CEO of K-Water Resources Corporation, Choi Gyewoon, (8/7) di Kementerian PUPR.

Berdasarkan MoU tersebut, fokus kerjasama antara Kementerian PUPR dan K-Water terdiri dari beberapa bidang, yaitu fasilitas infrastruktur sumber daya air termasuk bendungan, pembangkit listrik tenaga air, pengendalian banjir, irigasi; keamanan air termasuk pasokan air dan kualitas air; teknik sumber daya air, pedoman, manual dan metode konstruksi; fasilitas informasi sumber daya air dan sistem operasi; konservasi air termasuk iklim air dan ekosistem; serta tata air dan pembangunan kapasitas.

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan keinginannya untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air agar lebih maju. Diakuinya, Korea Selatan dalam hal pengelolaan sumberdaya air yang lebih maju dari Indonesia. Dirinya mengatakan, “kami sangat berharap di masa mendatang pengelolaan sumber daya air di Indonesia dapat sama atau bahkan melebihi Korea Selatan, yang saat ini akan menjadi mentor bagi Indonesia”, jelasnya sambil menunjuk kepada CEO K-Water Corporation, Choi Gyewoon, yang juga merupakan teman kelasnya selama menimba ilmu di Colorado State University.

Menteri Basuki juga menjelaskan tujuan kerjasama pihak Korea Selatan untuk menggarap sistem pengelolaan sumber daya air di Indonesia. “Saya sangat membutuhkan bantuan Anda (pihak Korea) untuk mengembangkan sektor sumber daya air ini dalam proyek nyata,” jelasnya lugas.

Salah satu hasil kerja (output) dari kerja sama kedua negara ini adalah Control Operation Room, yang nantinya akan dapat diimplementasikan pada akhir tahun 2016. Tindak lanjut dari penandatanganan tersebut diharapkan kedua belah pihak akan langsung bekerja sama sebaik, secepat, secermat dan secerdas mungkin melalui sistem kerja smart-work technology.

“Saya percaya bahwa kita mendapatkan beberapa manfaat dari kerjasama yang sangat baik ini dan saya yakin kami masih bisa meningkatkan kerjasama kita di masa depan untuk membawa kesejahteraan yang lebih baik untuk rakyat,” jelas Menteri PUPR.

 Written by  Thursday, 09 July 2015

(nan/dewDatinSDA) – Published inData dan Informasi SDA

 


Sejumlah desa di Pekalongan mulai krisis air bersih

July 22, 2015
Sejumlah desa di Pekalongan mulai krisis air bersih

Ilustrasi: Warga mengantre mendapatkan air bersih. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Pekalongan (ANTARA News) – Sejumlah desa Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini mulai mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.   Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sujadmiko di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa debit air pada sejumlah sumber mata air sudah menurun karena kemarau panjang.   “Oleh karena itu, kami mengimbau pada warga agar hemat dalam penggunaan air bersih karena debit air pada suber mata air mulai turun,” katanya.

Sejumlah desa yang kini sudah krisis air bersih itu, kata dia, antara lain Desa Klunjukan dan Purworejo, Kecamatan Sragi, Kesesi, Kedungwuni Timur dan Kedungwuni Barat.  “Kendati sejumlah desa telah mengalami penurunan debit air, kami belum perlu memasok air bersih karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih dapat terpenuhi,” katanya.  Ia mengatakan bahwa pemkab siap melakukan droping air bersih kapan pun pada masyarakat jika sudah mulai dibutuhkan.

Berdasar pantauan BPBD, kata dia, debit air sungai kini sudah mulai turun sekitar 75 persen sehingga kondisi tersebut memprihatinkan karena musim kemarau yang akan terjadi pada 2015 akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. “Saat ini, kondisi lahan sawah mulai kekeringan sehingga hal ini mengancam gagal panen padi,” katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Selasa, 14 Juli 2015 

Discussion with LAPAN

May 24, 2015

Discussion for potential collaboration between Research Centre and Development for Remote Sensing Application – Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN) and Research Centre for Limnology – Indonesian Institute of Sciences (LIPI) on April 29, 2015.

The discussion : how to use and apply the data from both sides for monitoring on water quality of lake in Indonesia.

1430300501568

 

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.