Sejumlah desa di Pekalongan mulai krisis air bersih

Sejumlah desa di Pekalongan mulai krisis air bersih

Ilustrasi: Warga mengantre mendapatkan air bersih. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Pekalongan (ANTARA News) – Sejumlah desa Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini mulai mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.   Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sujadmiko di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa debit air pada sejumlah sumber mata air sudah menurun karena kemarau panjang.   “Oleh karena itu, kami mengimbau pada warga agar hemat dalam penggunaan air bersih karena debit air pada suber mata air mulai turun,” katanya.

Sejumlah desa yang kini sudah krisis air bersih itu, kata dia, antara lain Desa Klunjukan dan Purworejo, Kecamatan Sragi, Kesesi, Kedungwuni Timur dan Kedungwuni Barat.  “Kendati sejumlah desa telah mengalami penurunan debit air, kami belum perlu memasok air bersih karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih dapat terpenuhi,” katanya.  Ia mengatakan bahwa pemkab siap melakukan droping air bersih kapan pun pada masyarakat jika sudah mulai dibutuhkan.

Berdasar pantauan BPBD, kata dia, debit air sungai kini sudah mulai turun sekitar 75 persen sehingga kondisi tersebut memprihatinkan karena musim kemarau yang akan terjadi pada 2015 akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. “Saat ini, kondisi lahan sawah mulai kekeringan sehingga hal ini mengancam gagal panen padi,” katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Selasa, 14 Juli 2015 

Comments are closed.

%d bloggers like this: