Kualitas Sumber Daya Air Menurun

Kualitas Sumber Daya Air MenurunSumber : Republika, 30 Juli 2010BOGOR — Penurunan kualitas lingkungan hidup, dalam hal ini sumber daya air sudah sangat mem-prihatinkan. Pasokan air baku untuk sehari-hari pun menurun. Untuk itu, langkah penyadaran masyarakat dan perannya dalam memperbaiki ke-rusakan lingkungan dan penyela-rnatan sumber air baku sangat dibu-tuhkan.

“Kekhawatiran saat ini adalah memburuknya lingkungan. Namun, kita sering terlambat menyadari untuk mengantisipasinya,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Herry Harjono, di Bogor, Jawa Barat, kemarin.Menurut dia, masalah ini menjadi tantangan bagi para peneliti. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Mene-ngah kedua, pemerintah mempriori-taskan ketahanan pangan, lingkung¬an, dan penanggulangan bencana. LIPI merupakan pengkajian dan penyusunan kebijakan iptek, dalam bidang ketahanan pangan, energi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pengembangan krea-tivitas pengetahuan dan teknologL

Terkait dengan masalah pem-anasan global dan penurunan kuali tas lingkungan, masalah perairan darat memegang peranan penting. Sejak peradaban manusia ada, kehidupannya selalu bergantung pada air. “Bahkan, bangsa Maya sangat ter-gantung dengan air, namun musnah karena tak mampu mengelola air dengan baik,” ujarnya.Menurut Herry, pentingnya per¬airan bagi manusia kurang disadari oleh masyarakat. Sungai-sungai diko-tori dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah, dicemari dari industri-industri, dan penggundulan hutan.

Menurut dia, Indonesia memiliki 520 danau alami, 200 waduk, dan 90 satuan wilayah sungai (133 wilayah sungai yang terdiri atas enam ribu anak sungai). Sebanyak 110 daerah aliran sungai (DAS) mengalami degradasi akibat erosi, pendangkalan, polusi, dan lain-lain.Kekeringan juga terjadi di daerah-daerah. Situ-situ di Jabodetabek ter-cemar kandungan nutrien tinggi yang merusak situ. Nitrogen dan fosfor dalam industri dan rumah tangga masuk ke badan sungai, demikian juga pupuk pertanian. Karena itu, boleh dikatakan manusia merusak sumber kehidupannya sendiri.

Untuk itu, Herry berpendapat, tan¬tangan ke depan sangat banyak dan besar bagi Indonesia, terutama dalam memantau 54 juta hektare perairan darat. Semua pihak, katanya, sepa-tutnya menyadari ini dan mening-katkan pengetahuan pengelolaan perairan darat. Kegiatan perairan harus ditangani multidisipliner dan dalam waktu cukup lama.Menurut dia, limnologi LIPI diha-rapkan memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam pelestarian ekologi dan lingkungan perairan darat. Apa-lagi, Indonesia ditunjuk menjadi Asia Pacific Centre for Ecohidrology (APCE) yang didukung UNESCO. Ini merupakan organisasi yang diserahkan kepada negara yang mengelola, yaitu Polandia, Portugal, dan Indonesia (Ci-binong).

“Kita harap dukungan semua pihak untuk bekerja sama, berjuang mendukung APCE dalam melestari-kan dan memberikan solusi atas per-masalahan sumber daya air, ekosis-tem, serta kiprahnya dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan darat yang berkelanjutan,” ujarnya ed: Andi Nur Aminah Jasin P2L

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: