Bibimbab festival 2014

October 26, 2014

Jeonju Hanok village is a famous location for traditional Korean houses and hometown of bibimbap (Korean food). It also has been selected as UNESCO City of Gastronomy and full of the atmosphere of Korean traditional houses. Every year, the Jeonju bibimbap festival is always held.

?????????????????????? ??????????????????????

It is an interesting event :)  -(Pictures by LS)


Daejeon City

October 26, 2014

Daejeon is South Korea‘s fifth largest metropolis  Located in the center of South Korea, Daejeon serves as a hub of transportation and is at the crossroads of major transport routes.

Daejeon has 18 universities including KAIST, Chungnam National University, Hanbat National University, Hannam University and UST (Korea University of Science and Technology). Daejeon has earned its name as “Asia’s Silicon Valley” and “High technology city”.  The city hosted the Taejon Expo ’93 and the International Mathematical Olympiads (IMO) in 2000. Several important research institutes are based in the city.

 

???????????????????????????????

Daedeok Innopolis (Daedeok Research and Development Special Zone) is composed of 28 state-run research centers as well as 79 private research institutes with as many as 20,000 researchers. In addition, Daejeon established the WTA (World Technopolis Association) in 1998 with the view of realizing regional development through international cooperation with world science cities. Currently the WTA has grown to have 67 members from 32 countries, and it actively cooperates with many international organizations including UNESCO as its official consultative body (Source : wikipedia)

Picture by LS


Distamben Kalsel kembangkan eceng gondok menjadi biogas

September 10, 2014
Selasa, 9 September 2014 22:41 WIB | 2.446 Views
Distamben Kalsel kembangkan eceng gondok menjadi biogas

Enceng Gondok. Dua buah perahu menelusuri sungai yang penuh ditumbuhi eceng gondok di sungai Jenne Berang Makassar, Jumat (26/6). Para nelayan dan penambang pasir di sungai Jenne Berang mengeluhkan eceng gondok tumbuh hampir menutupi sungai, keadaan ini menyulitkan para nelayan dan penambang yang harus menempuh jarak ke lokasi penambangan pasir sejauh 5 km dalam waktu 3 jam dari normalnya cuma 1/2 jam. (ANTARA/SAHRUL MANDA TIKUPADANG)
Banjarmasin (ANTARA News) – Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan tanaman eceng gondok menjadi bahan bakar biogas untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di beberapa daerah terpencil yang tersebar di beberapa daerah di provinsi ini.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Kustono Widodo di Banjarmasin, Selasa mengatakan, pada 2014 ini pihaknya berencana membangun instalasi biogas eceng gondok di dua kabupaten.
Dua kabupaten yang bakal mendapatkan proyek pengembangan instalasi biogas eceng gondok tersebut yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak satu unit untuk sepuluh kepala keluarga dan satu unit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga untuk sepuluh kepala keluarga.
“Hampir seluruh wilayah di Kalsel memiliki tumbuhan eceng gondok yang melimpah, sehingga perlu upaya terus menerus untuk mengembangkan tumbuhan yang kini banyak menutup sungai di daerah ini,” katanya.

Diharapkan, melalui pengembangan tersebut potensi sumber daya yang selama ini terkesan menganggu, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh warga Kalsel.  Menurut Kustono, saat ini pihaknya terus berupaya mengembangkan energi listrik terbarukan, yang tidak hanya tertumpu pada minyak ataupun batu bara, tetapi potensi alam lainnya yang masih cukup besar, baik itu tenaga surya, tenaga air, angin dan tumbuhan lainnya.

Berdasarkan data dinas pertambangan, pembangunan instalasi biogas pertambangan dan energi provinsi Kalsel tahun 2007-2014 yaitu di Kabupaten Tabalong sebanyak 34 unit, Balangan 41 unit, Hulu Sungai Tengah, 13 unit.  Selanjutnya, Tanah Laut 122 unit, Tapin, 25 unit, Hulu Sungai Selatan 50 unit, Barito Kuala 70 unit, Tanah Bumbu 40 unit, Kotabaru, 50 unit dan Kabupaten Banjar, lima unit.

Selain itu, pada 2014 ini juga telah diprogramkan bantuan listrik hemat dan murah untuk Provinsi Kalsel dari Kementerian ESDM dengan total 2.360 unit.  Bantuan tersebut akan diberikan kepada enam kabupaten masing-masing yaitu Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 200 unit, Kabupaten Banjar 1.259 unit, Hulu Sungai Utara sebanyak 1/182 unit, Tanah Laut, 1.471 unit. Selanjutnya, Kabupaten Tanah Bumbu 402 unit, dan Kotabru sebanyak 1.776 unit.

Pemerintah dan PT PLN, kini juga terus mendorong pemenuhan sumber energi listrik melalui cangkang sawit, untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah terpencil.  Hingga kini, ratio elektrifikasi (RE) Kalsel hingga Mei 2014 telah mencapai 82,1 persen atau lebih tinggi dibanding ratio elektrifikasi (RE) Nasional 80,4 persen.   Sedangkan untuk ratio desa berlistrik (RD) Kalsel telah mencapai 95,5 persen jauh lebih tinggi dibandingkan ratio desa berlistrik (RD) nasional sebanyak 70 persen.
Jumlah Desa Kalsel sebanyak 1.998 desa dan jumlah desa sudah berlistrik sebanyak 1.908 desa, sehingga jumlah desa yang belum berlistrik tinggal 90 desa. (*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2014


Survey at Jatiluhur Reservoir – West Java, Indonesia

August 3, 2014

On July 14 – 16, 2014, Research Centre for Limnology and University of Tsukuba have conducted survey for water quality at Jatiluhur reservoir in frame of Collaboration between them.  This survey as a continuation from previous survey at Saguling reservoir on July 2012.  We also discussed many points with institute, including the Director gave

??????????????????????????????? ?????????????????????????????????????????????????????????????? ???????????????????????????????


Collaboration Activities : Limnology – LIPI, Biology – USM and Remote sensing – University of Tsukuba

July 13, 2014

On March 2014, Research Centre for Limnology held the joint research at several lakes (Lake Maninjau, Lake Singkarak and Lake Toba). Previously, Limnology – LIPI and Universiti Sains Malaysia (USM) signed the MoU document by both directors, Dr Tri Widianto (Limnologi LIPI) and Associate Professor Dr. Ahmad Sofiman with was attended by Deputy of Earth Sciences – LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.

Mou USM-LIPI

Next schedule, University of Tsukuba joined in the field : visiting our station at Lake Maninjau and survey at lake Singkarak. Three teams were involved in this survey : Limnology LIPI, Biology – USM and Remote sensing – University of Tsukuba.

SLAT Maninjau

The last, Limnology LIPI and University of Tsukuba conducted survey continued at Lake Toba

???????????????????????????????


One Day Workshop on Ecohydrology and Lake Ecosystem

June 18, 2014

One Day Workshop on Ecohydrology and Lake Ecosystem:

Integrated Lake Basin Management (ILBM)”

June 2, 2014

Latar Belakang

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai focal point UNESCO untuk kegiatan pengembangan ekohidrologi telah merintis berdirinya Pusat Ekohidrologi Asia Pasifik (Asia Pacific Centre for Ecohydrology, APCE) yang disetujui untuk didirikan di Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2009 melalui sidang umum UNESCO di Paris. APCE memiliki tujuan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan ekohidrologi di kawasan Asia Pasifik untuk terciptanya lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang lebih sustain melalui perbaikan proses interaksi manusia dalam mengelola lingkungannya. Secara organisasi, APCE merupakan lembaga kategori II UNESCO (Category II Centre under the Auspices of UNESCO) yang memiliki peran dalam pemasyarakatan konsep ekohidrologi guna mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ekohidrologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi proses hidrologi, dinamika biota dan ekosistem perairan darat. Sebagai ilmu terapan, ekohidrologi dapat dijadikan sebagai metoda dalam mengkaji dan mengelola air bukan hanya sekedar sebagai air tetapi yang lebih penting sebagai sumber daya air. Indikator utama keberhasilan implementasi konsep ekohidrologi adalah peningkatan daya dukung ekosistem perairan.

Untuk mewujudkan program-program tersebut selain melakukan kegiatan riset, APCE juga menyelenggarakan training dan workshop dalam skala nasional dan internasional yang akan dilaksanakan secara regular maupun non-regular. Semua kegiatan training dan workshop yang akan diselenggarakan APCE terkait serta diarahkan untuk mendukung tema utama yaitu “Ekohidrologi dan Ekosistem Perairan” seperti danau dan sungai. Oleh karena itu topik bahasan dari setiap penyelenggaraan training dan workshop akan berbeda, dan topik utama dari satu hari training dan workshop ini difokuskan mengenai “Integrated Lake Basin Management (ILBM)”.

 

Tujuan Workshop:

Memperoleh informasi tentang langkah-langkah strategis dalam penyusunan pengelolaan ekosistem danau yang terpadu dengan pendekatan konsep ekohidrologi yang melibatkan peran serta masyarakat (society)

 

Waktu dan Tempat :

Senin/2 Juni 2014

Conference Room APCE Building – LIPI, Cibinong Science Centre – Botanical Garden (CSC-BG)

 

Pelaksana kegiatan :

Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Limnologi – LIPI, International Lake Environment Committee (ILEC) dan Shiga University.

Materi : diawali dengan konsep ekohidrologi dan potret kondisi permasalahan ekohidrologi dan ekosistem danau di Indonesia. Selanjutnya akan diperkenalkan konsep “Integrated Lake Basin Management’ (ILBM) dan pelatihan. Acara akan ditutup dengan diskusi dan kesimpulan yang melibatkan seluruh peserta

 

Peserta :

Lembaga penelitian di bawah LIPI (Puslit Limnologi, Puslit Biologi, Puslit Bioteknologi, Puslit Kebun raya Bogor, Puslit Bio-material, Puslit Geoteknologi, Puslit Kependudukan, Puslit Ekonomi), SEAMEO BOTROP, CIFOR, BIG, Bappeda Kota Bogor, Bappeda Kabupaten Bogor, PPLH IPB, Teknik Lingkungan UI, Pusair Bandung, Kemen LH, Kemen PU, Kemendagri, Indonesia Power – Saguling, Wet Land Indonesia (WII), Puslitbang Kemen Pertanian

 

Agenda :

08.00 – 09.00 : Registration

09.00 – 09.25 : Opening

09.25 – 10.10 : Prof. Dr. Hidayat Pawitan

Concept and theory of ecohydrology

10.10 – 10.55 : Prof. Dr. Gadis Sri Haryani

Current status of lake ecosystem and restoration in Indonesia

10.55 – 11.55 : Prof. Dr. Masahisa Nakamura

Introduction and lecture on ILBM

11.55 – 12.45 : Break

12.45 – 13.30 : Mr. Yamamoto

Presentation on the ILBM training

13.30 – 14.30 : Prof. Dr. Masahisa Nakamura

Search LAKES engine

14.30 – 15.00 : Summary and Closing

 

Summary

  • Ekohidrologi sebagai paradigma baru untuk melindungi sumber daya air kita, dengan konsep dual regulation antara hubungan biota dan hidrologi, dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan perairan darat di Indonesia.
  • Indonesia telah ada usaha-usaha melindungi danau dengan adanya kebijakan 15 prioritas danau. Diperlukan usaha lebih untuk mengevaluasi dan mengkoordinasi di antara lembaga-lembaga yang peduli dan terlibat dalam hal ini.
  • Secara umum, permasalahan pengelolaan perairan darat di Indonesia adalah : anggaran yang rendah, kurang koordinasi, serta kurang terintegrasi.
  • Setiap stakeholder/instansi harus berusaha untuk berkontribusi dalam perlindungan lingkungan pada setiap levelnya. Walaupun sekecil apapun nilai usaha itu akan bermanfaat kalau terintegrasi dan bersama-sama bergerak dari semua sektor.
  • Konsep ILBM yaitu memadukan Software, Hardware dan HeartWare adalah pendekatan baru untuk usaha pengelolaan yang holistik dan berkelanjutan.
  • Ada 6 pilar yang harus bekerja sama dalam konsep ILBM ini, yaitu : institutions, participation, policies, technology, information and finance.
  • Kondisi kualitas lingkungan yang menurun tidak akan pernah bisa kembali ke kondisi ideal sebelumnya, hal ini yang perlu diketahui dalam pelaksanaan konsep ILBM.
  • ILEC dapat membantu pelatihan denagn didukung oleh JICA. Permintaan pelatihan bisa dari pihak Indonesia melalui JICA
  • LAKES PENGGUNA www3.lakes-sys.com, LAKES (Learning Acceleration and Knowledge Enhancement System) untuk membantu kita untuk memfasilitasi dalam mencari referensi dan informasi pengelolaan danau/perairan darat.
  • Proses MoU antara LIPI dan ILEC akan terus ditindaklanjuti, dimana dalam MoU ini akan melibatkan kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Pekerjaan Umum.
  • Kerjasama yang sudah terjalin ini akan menjadi modal dalam pelaksnaan WLC (World Lake Conference) 2016 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah/penyelenggara konferensi.
  • Sebagai penyelenggara WLC 2016, Indonesia akan memainkan peran utama dalam mempromosikan pengelolaan perairan darat yang berkelanjutan di region Asia Tenggara.
  • Dalam rangka kegiatan ICE 2014 (International Conference on Ecohydrology) di Yogyakarta, ILEC akan mengirim perwakilannya sebagai bentuk bagian kerjasama.

Pictures :

DSC_0259


International Conference on Ecohydrology (ICE) 2014

February 23, 2014

International Conference on Ecohydrology will be held on November 10 – 12, 2014 at Yogyakarta.  Further information, please check the website below :

http://ice2014.apce-unesco.or.id

Please join us…!! Thank you.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.