Survey at Jatiluhur Reservoir – West Java, Indonesia

August 3, 2014

On July 14 – 16, 2014, Research Centre for Limnology and University of Tsukuba have conducted survey for water quality at Jatiluhur reservoir in frame of Collaboration between them.  This survey as a continuation from previous survey at Saguling reservoir on July 2012.  We also discussed many points with institute, including the Director gave

??????????????????????????????? ?????????????????????????????????????????????????????????????? ???????????????????????????????


Collaboration Activities : Limnology – LIPI, Biology – USM and Remote sensing – University of Tsukuba

July 13, 2014

On March 2014, Research Centre for Limnology held the joint research at several lakes (Lake Maninjau, Lake Singkarak and Lake Toba). Previously, Limnology – LIPI and Universiti Sains Malaysia (USM) signed the MoU document by both directors, Dr Tri Widianto (Limnologi LIPI) and Associate Professor Dr. Ahmad Sofiman with was attended by Deputy of Earth Sciences – LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.

Mou USM-LIPI

Next schedule, University of Tsukuba joined in the field : visiting our station at Lake Maninjau and survey at lake Singkarak. Three teams were involved in this survey : Limnology LIPI, Biology – USM and Remote sensing – University of Tsukuba.

SLAT Maninjau

The last, Limnology LIPI and University of Tsukuba conducted survey continued at Lake Toba

???????????????????????????????


One Day Workshop on Ecohydrology and Lake Ecosystem

June 18, 2014

One Day Workshop on Ecohydrology and Lake Ecosystem:

Integrated Lake Basin Management (ILBM)”

June 2, 2014

Latar Belakang

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai focal point UNESCO untuk kegiatan pengembangan ekohidrologi telah merintis berdirinya Pusat Ekohidrologi Asia Pasifik (Asia Pacific Centre for Ecohydrology, APCE) yang disetujui untuk didirikan di Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2009 melalui sidang umum UNESCO di Paris. APCE memiliki tujuan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan ekohidrologi di kawasan Asia Pasifik untuk terciptanya lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang lebih sustain melalui perbaikan proses interaksi manusia dalam mengelola lingkungannya. Secara organisasi, APCE merupakan lembaga kategori II UNESCO (Category II Centre under the Auspices of UNESCO) yang memiliki peran dalam pemasyarakatan konsep ekohidrologi guna mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ekohidrologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi proses hidrologi, dinamika biota dan ekosistem perairan darat. Sebagai ilmu terapan, ekohidrologi dapat dijadikan sebagai metoda dalam mengkaji dan mengelola air bukan hanya sekedar sebagai air tetapi yang lebih penting sebagai sumber daya air. Indikator utama keberhasilan implementasi konsep ekohidrologi adalah peningkatan daya dukung ekosistem perairan.

Untuk mewujudkan program-program tersebut selain melakukan kegiatan riset, APCE juga menyelenggarakan training dan workshop dalam skala nasional dan internasional yang akan dilaksanakan secara regular maupun non-regular. Semua kegiatan training dan workshop yang akan diselenggarakan APCE terkait serta diarahkan untuk mendukung tema utama yaitu “Ekohidrologi dan Ekosistem Perairan” seperti danau dan sungai. Oleh karena itu topik bahasan dari setiap penyelenggaraan training dan workshop akan berbeda, dan topik utama dari satu hari training dan workshop ini difokuskan mengenai “Integrated Lake Basin Management (ILBM)”.

 

Tujuan Workshop:

Memperoleh informasi tentang langkah-langkah strategis dalam penyusunan pengelolaan ekosistem danau yang terpadu dengan pendekatan konsep ekohidrologi yang melibatkan peran serta masyarakat (society)

 

Waktu dan Tempat :

Senin/2 Juni 2014

Conference Room APCE Building – LIPI, Cibinong Science Centre – Botanical Garden (CSC-BG)

 

Pelaksana kegiatan :

Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Limnologi – LIPI, International Lake Environment Committee (ILEC) dan Shiga University.

Materi : diawali dengan konsep ekohidrologi dan potret kondisi permasalahan ekohidrologi dan ekosistem danau di Indonesia. Selanjutnya akan diperkenalkan konsep “Integrated Lake Basin Management’ (ILBM) dan pelatihan. Acara akan ditutup dengan diskusi dan kesimpulan yang melibatkan seluruh peserta

 

Peserta :

Lembaga penelitian di bawah LIPI (Puslit Limnologi, Puslit Biologi, Puslit Bioteknologi, Puslit Kebun raya Bogor, Puslit Bio-material, Puslit Geoteknologi, Puslit Kependudukan, Puslit Ekonomi), SEAMEO BOTROP, CIFOR, BIG, Bappeda Kota Bogor, Bappeda Kabupaten Bogor, PPLH IPB, Teknik Lingkungan UI, Pusair Bandung, Kemen LH, Kemen PU, Kemendagri, Indonesia Power – Saguling, Wet Land Indonesia (WII), Puslitbang Kemen Pertanian

 

Agenda :

08.00 – 09.00 : Registration

09.00 – 09.25 : Opening

09.25 – 10.10 : Prof. Dr. Hidayat Pawitan

Concept and theory of ecohydrology

10.10 – 10.55 : Prof. Dr. Gadis Sri Haryani

Current status of lake ecosystem and restoration in Indonesia

10.55 – 11.55 : Prof. Dr. Masahisa Nakamura

Introduction and lecture on ILBM

11.55 – 12.45 : Break

12.45 – 13.30 : Mr. Yamamoto

Presentation on the ILBM training

13.30 – 14.30 : Prof. Dr. Masahisa Nakamura

Search LAKES engine

14.30 – 15.00 : Summary and Closing

 

Summary

  • Ekohidrologi sebagai paradigma baru untuk melindungi sumber daya air kita, dengan konsep dual regulation antara hubungan biota dan hidrologi, dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan perairan darat di Indonesia.
  • Indonesia telah ada usaha-usaha melindungi danau dengan adanya kebijakan 15 prioritas danau. Diperlukan usaha lebih untuk mengevaluasi dan mengkoordinasi di antara lembaga-lembaga yang peduli dan terlibat dalam hal ini.
  • Secara umum, permasalahan pengelolaan perairan darat di Indonesia adalah : anggaran yang rendah, kurang koordinasi, serta kurang terintegrasi.
  • Setiap stakeholder/instansi harus berusaha untuk berkontribusi dalam perlindungan lingkungan pada setiap levelnya. Walaupun sekecil apapun nilai usaha itu akan bermanfaat kalau terintegrasi dan bersama-sama bergerak dari semua sektor.
  • Konsep ILBM yaitu memadukan Software, Hardware dan HeartWare adalah pendekatan baru untuk usaha pengelolaan yang holistik dan berkelanjutan.
  • Ada 6 pilar yang harus bekerja sama dalam konsep ILBM ini, yaitu : institutions, participation, policies, technology, information and finance.
  • Kondisi kualitas lingkungan yang menurun tidak akan pernah bisa kembali ke kondisi ideal sebelumnya, hal ini yang perlu diketahui dalam pelaksanaan konsep ILBM.
  • ILEC dapat membantu pelatihan denagn didukung oleh JICA. Permintaan pelatihan bisa dari pihak Indonesia melalui JICA
  • LAKES PENGGUNA www3.lakes-sys.com, LAKES (Learning Acceleration and Knowledge Enhancement System) untuk membantu kita untuk memfasilitasi dalam mencari referensi dan informasi pengelolaan danau/perairan darat.
  • Proses MoU antara LIPI dan ILEC akan terus ditindaklanjuti, dimana dalam MoU ini akan melibatkan kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Pekerjaan Umum.
  • Kerjasama yang sudah terjalin ini akan menjadi modal dalam pelaksnaan WLC (World Lake Conference) 2016 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah/penyelenggara konferensi.
  • Sebagai penyelenggara WLC 2016, Indonesia akan memainkan peran utama dalam mempromosikan pengelolaan perairan darat yang berkelanjutan di region Asia Tenggara.
  • Dalam rangka kegiatan ICE 2014 (International Conference on Ecohydrology) di Yogyakarta, ILEC akan mengirim perwakilannya sebagai bentuk bagian kerjasama.

Pictures :

DSC_0259


International Conference on Ecohydrology (ICE) 2014

February 23, 2014

International Conference on Ecohydrology will be held on November 10 – 12, 2014 at Yogyakarta.  Further information, please check the website below :

http://ice2014.apce-unesco.or.id

Please join us…!! Thank you.


Survey at Lake Temengor – Malaysia

February 23, 2014

The end of January 2014, team of Limnology LIPI (Luki Subehi, Hendro Wibowo and Iwan Ridwansyah) was invited by Prof. Mashhor (Univerisiti Sains Malaysia) for visiting lake Temengor – Malaysia (analysis sedimentation and bathymetric mapping).

We were supported by Prof. Mashhor’s students in the field.  We also took sample on 5 station sampling.  In the future, in order to realize collaboration, we will cooperate to conduct the research on both sides (Malaysian and Indonesian lakes).  Malaysia team will visit the Lake Maninjau and Lake Singkarak.  On the other hand, team of Limnology LIPI has a plan to investigate the cascade lakes at Malaysia, including lake Temengor.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA  OLYMPUS DIGITAL CAMERA


Visiting USM (Universiti Sains Malaysia) in the end of year

December 24, 2013

December 23, 2013

Discussion on Collaboration

Aquatic biology and Environmental biology Programme, School of Biological Sciences – USM Penang, Malaysia

IMG_20131223_100945 IMG_20131223_164628 IMG_20131223_085937


Mou – Research Centre for Limnology & IWRRI Chungnam National University

November 6, 2013

OLYMPUS DIGITAL CAMERA  OLYMPUS DIGITAL CAMERA

November 6, 2013, Research Centre for Limnology, Indonesian Institute of Sciences and International Water Resources Research Institute (IRRI) Chungnam National University, South Korea have signed the MoU.

The field collaboration : River watershed management


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.